Penggunaan iPhone yang intens setiap hari sering kali membuat baterai terasa cepat habis. Salah satu penyebab yang jarang disadari adalah fitur Background App Refresh. Fitur ini memungkinkan aplikasi memperbarui konten di latar belakang meskipun tidak sedang digunakan. Jika tidak diatur dengan tepat, Background App Refresh dapat menjadi “pencuri” daya baterai. Oleh karena itu, memahami cara mengelolanya dengan benar sangat penting agar baterai iPhone lebih hemat dan tahan lama.
Mengenal Fungsi Background App Refresh
Background App Refresh adalah fitur bawaan iOS yang membuat aplikasi tetap aktif memperbarui data seperti pesan, notifikasi, atau informasi terbaru. Contohnya aplikasi media sosial, email, dan berita. Keuntungannya, saat aplikasi dibuka, konten sudah siap tanpa perlu menunggu lama. Namun, konsekuensinya adalah konsumsi baterai yang terus berjalan di belakang layar. Semakin banyak aplikasi yang diizinkan berjalan di latar belakang, semakin besar pula daya baterai yang terpakai.
Mengakses Pengaturan Background App Refresh
Untuk mulai menghemat baterai, langkah pertama adalah masuk ke menu Pengaturan. Dari sana, pilih menu Umum lalu ketuk Background App Refresh. Di halaman ini, Anda akan melihat daftar aplikasi yang diizinkan memperbarui data di latar belakang. Pengguna iPhone sering kali tidak menyadari bahwa hampir semua aplikasi aktif secara default. Padahal, tidak semuanya benar-benar dibutuhkan untuk berjalan terus-menerus.
Memilih Opsi Background App Refresh yang Tepat
iPhone menyediakan tiga opsi utama, yaitu Mati, Wi-Fi, serta Wi-Fi & Data Seluler. Agar baterai lebih awet, sebaiknya pilih opsi Wi-Fi saja atau bahkan mematikannya sepenuhnya. Dengan memilih Wi-Fi, aplikasi hanya akan memperbarui data saat terhubung ke jaringan Wi-Fi, sehingga konsumsi daya dan kuota seluler lebih terkontrol. Jika ingin hasil maksimal dalam menghemat baterai, menonaktifkan fitur ini secara total juga bisa menjadi pilihan.
Menonaktifkan Aplikasi yang Tidak Penting
Tidak semua aplikasi memerlukan pembaruan di latar belakang. Aplikasi game, belanja online, atau hiburan biasanya tidak perlu aktif setiap saat. Anda dapat menonaktifkan Background App Refresh secara individual pada aplikasi-aplikasi tersebut. Fokuskan hanya pada aplikasi penting seperti pesan instan atau email kerja. Dengan begitu, iPhone tetap responsif tanpa harus mengorbankan daya baterai.
Kombinasi dengan Fitur Hemat Baterai Lain
Pengaturan Background App Refresh akan lebih efektif jika dikombinasikan dengan fitur hemat baterai lainnya. Mode Daya Rendah dapat membantu mengurangi aktivitas latar belakang secara otomatis. Selain itu, mengatur kecerahan layar, mematikan lokasi yang tidak perlu, dan menonaktifkan notifikasi berlebihan juga berkontribusi besar dalam menjaga ketahanan baterai iPhone.
Manfaat Jangka Panjang bagi Baterai
Mengatur Background App Refresh bukan hanya membuat baterai lebih awet dalam satu hari, tetapi juga membantu menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang. Baterai yang tidak terus-menerus dipaksa bekerja berat akan memiliki umur pakai yang lebih lama. Hal ini tentu menguntungkan, terutama bagi pengguna yang ingin mempertahankan performa iPhone tanpa sering mengganti baterai.
Sebagai kesimpulan, mengatur Background App Refresh adalah langkah sederhana namun sangat efektif untuk menghemat baterai iPhone. Dengan memahami fungsi fitur ini, memilih opsi yang tepat, serta menonaktifkan aplikasi yang tidak penting, Anda dapat menikmati penggunaan iPhone yang lebih optimal. Baterai pun menjadi lebih tahan lama, aktivitas harian tetap lancar, dan pengalaman menggunakan iPhone terasa jauh lebih nyaman.











