Anthropic Tolak Larangan Open-Weight AI, Usulkan Kontrol Chip China dan Uji Keselamatan Wajib

Business65 Views

Anthropic melalui CEO Dario Amodei menyatakan bahwa kebijakan regulator sebaiknya menjaga akses terhadap model AI berbobot terbuka yang berisiko rendah, sambil menerapkan pengamanan lebih ketat pada sistem frontier. Langkah ini mencakup pengujian wajib serta pembatasan akses China terhadap chip canggih dan kemampuan model mutakhir.

Dalam pernyataan resminya, Amodei menegaskan bahwa larangan luas termasuk pelarangan model open-weight asal China bagi perusahaan Amerika Serikat tidak akan menyelesaikan kekhawatiran keamanan nasional utama. Sebaliknya, perhatian harus diarahkan pada kemungkinan pemerintah otoriter melampaui Amerika Serikat dalam pengembangan AI maju serta risiko siber, biologis, dan alignment yang muncul dari sistem semakin mampu.

Amodei juga menyerukan tindakan terhadap praktik distilasi model skala industri yang memungkinkan pengembang China meningkatkan kemampuan model mereka dengan daya komputasi lebih sedikit daripada pelatihan dari awal. Pendekatan ini dinilai dapat mempercepat kesenjangan teknologi secara tidak adil.

Pernyataan tersebut muncul setelah Anthropic dikritik karena tidak menandatangani surat industri yang didukung Nvidia, Microsoft, Meta, IBM, Mistral, dan Hugging Face. Surat tersebut mendesak agar regulator menghindari pembatasan prematur terhadap model open-weight yang dianggap memperluas akses dan mendorong inovasi.

Amodei setuju bahwa keterbukaan dapat memperluas manfaat AI, namun menolak klaim bahwa keterbukaan secara otomatis meningkatkan riset keamanan atau memberi keuntungan bagi pihak bertahan dibanding penyerang. Regulasi, menurutnya, harus didasarkan pada kemampuan dan risiko model, bukan status keterbukaannya.

Analis menilai posisi Anthropic semakin mendekati konsensus industri dengan menolak larangan menyeluruh, meskipun dukungannya tetap lebih terbatas dibanding pendekatan yang diusung perusahaan teknologi besar. Salah satu konteks tambahan adalah bahwa kebijakan ini selaras dengan kerangka ekspor chip yang telah diterapkan Amerika Serikat sejak 2022 untuk membatasi akses China terhadap GPU kelas tinggi, sehingga proposal Anthropic memperkuat strategi yang sudah berjalan.

Konteks lain yang relevan adalah meningkatnya kekhawatiran global terhadap penyalahgunaan model open-weight untuk serangan siber otomatis. Beberapa laporan keamanan internasional menunjukkan bahwa model dengan parameter besar dapat dipercepat untuk menghasilkan kode eksploitasi, sehingga pengujian wajib dinilai dapat menjadi standar minimum yang melindungi infrastruktur kritis tanpa menghambat inovasi skala kecil.

Pakar menyatakan bahwa pengujian wajib berpotensi menaikkan biaya pengembangan dan mengurangi jumlah model open-weight mutakhir yang tersedia. Perusahaan besar seperti Anthropic, Google, dan OpenAI lebih mampu menanggung biaya tersebut dibanding pengembang kecil. CIO disarankan mengevaluasi model berdasarkan kemampuan nyata, bukan status open atau closed, serta menuntut dokumentasi lengkap, hasil pengujian independen, dan informasi rantai pasok perangkat lunak sebelum adopsi.

Pendekatan berbasis kemampuan ini diharapkan dapat menyeimbangkan inovasi dengan mitigasi risiko tanpa menciptakan hambatan baru yang tidak proporsional bagi pelaku industri yang lebih kecil.